Bisu

Aku ini ketika marah dan bersuara aku masih okay, tapi bila terluka justru ia akan diam.

Semakin dalam lukanya ia akan dingin, kaku dan semakin membisu. Bukan karena tak memaafkan.

Tapi lebih kepada ia takut menyakiti lebih dalam.

Ia memeluk luka dan kesakitannya sendiri, ia telan sendiri semua rasa pilunya

Aku tidak meminta apa yang aku ingini.
Aku tidak bersuara apa yang aku rasakan.
Aku tidak lagi mengambil tahu apa kebiasaan yang aku ambil tahu.
Mungkin aku akan belajar redha dan membisu selamanya.

Masih bertahan.
Demi ?????

2 thoughts on “Bisu”

  1. Bertahan la Bee selagi Boleh. Kalau rasa tak tahan bawak la diri kejap. jauhkan diri dari orang yang meluka kan tu. kalau kita tunjuk marah secara depan2 bukan orang paham pun. Alih2 depa kata kita baran la, kepala angin la.Bila diam2 dan malas nak layan, baru depa tau kita marah dan tak suka dengan apa yang depa buat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.